Oleh: kresno | Januari 7, 2011

BISNIS ONLINE GADGET

SELAMAT DATANG DI BISNIS GADGET

Bisnisgadget adalah Konsep layanan bisnis penjualan produk-produk (Gadget Terbaru) dengan Memadukan Konsep pemasaran Network Marketing Plus (Bisnis Network+Investasi+Penjualan produk-produk yang bermanfaat).

Kami membuka peluang kerjasama kepada siapa saja yang berminat sebagai member.

Program ini kami luncurkan dengan tujuan untuk Memenuhi kebutuhan anda akan Produk-produk Exclusive (Gadget) serta membantu anda untuk memulai usaha dengan Modal yang sangat Terjangkau.

Dengan berlandaskan kejujuran, transparan, semoga program ini dapat menjadi solusi bagi semua untuk meraih kesejahteraan bersama.

Open Link  ——> http://gadget.42y.biz

Keunggulan Bisnisgadget.com

1. Mendapatkan Gadget Keren (Kacamata Mp3 Memory 2GB) atau PEN CAMERA “belum
termasuk ongkos kirim”
2. Tidak perlu Skill Networking yg tinggi, bisa diikuti oleh siapa saja.
3. Cukup Jual produk kami / Rekrut 5 orang saja untuk membeli produk kami, maka Anda
berpotensi mendapatkan Bonus Jaringan Hingga Rp. 10.875.000,-
4. Mendapatkan Web Replika utk Sarana Promosi Online anda.

Info Lebih Jelas ——> http://gadget.42y.biz

PRODUK GADGET
1. Bulpoin Camera (Bisa buat ambil foto ama rekam video)
2. Sunglasses Mp3 2GB (Kacamata Keren bisa buat dengerin MUSIC Player)
3. Sunglasses Mp3+Video (Kacamata Keren bisa buat dengerin MUSIC Player dan Rekam
VIDEO Plus Internal memory 4GB with micro SD slot up to 8GB)
4. Spy Watch (Jam Tangan mirip kepunyaan Agen Rahasia…Bisa buat REKAM VIDEO)

Info Lengkap Langsung aja Open Link ——> http://gadget.42y.biz

 

LETS JOIN NOW

http://www.bisnisgadget.com/?id=kresno

http://gadget.42y.biz

PELANGGARAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU
DARI SUDUT PANDANG REVISI UU NO. 13 TAHUN 2003

Persoalan yang paling mendasar dan menjadi impian bagi pekerja adalah terciptanya suasana kerja yang harmonis, dinamis, demokratis, dan berkeadilan. Namun amatlah disayangkan hal tersebut masih jauh dari harapan pekerja. Pengusaha dan pekerja mempunyai cara pandang yang berbeda dalam menyikapi hubungan kerja yang harmonis, dinamis, demokratis dan berkeadilan.
Bagi pengusaha yang terpenting adalah terciptanya efisiensi di segala bidang termasuk biaya tenaga kerja (labours Cost) atau yang dikenal dalam hukum ekonominya bagaimana dengan modal yang sekecil-kecilnya bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Bagi pekerja bagaimana kesejahteraan pekerja dapat terjamin melalui kenaikan gaji, insentip, bonus dan lain sebagainya tampa memperhatikan kondisi perusahaan.
Kedua cara pandang ini pada akhirnya dapat menimbulkan perselisihan hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha, yang tentunya para pekerja selalu berada pada pihak yang lemah dan selalu kalah. Dalam rangka mengatur ide menciptakan hubungan kerja yang baik ini diperlukan seperangkat aturan perundang-undangan. Untuk itu pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat pada 25 Maret 2003 dengan resmi mengundangkan UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
UU ini memang harus diakui belum menjamin akan terciptanya hubungan indistrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha, walaupun demikian UU ini jauh lebih sempurna jika di bandingkan dengan UU ketenagakerjaan sebelumnya. Dalam UU No. 13 tahun 2003 telah mengatur dengan jelas hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam menjalankan hubungan industrial. Namun adanya pengaturan secara rigid akan hak dan kewajiban ini selain menjamin kepastian hukum ternyata juga membawa kekhawatiran di kalangan pengusaha. Pengusaha sangat keberatan dengan pengaturan ini karena akan menimbulkan biaya yang sangat besar apalapi sekarang perselihihan hubungan industrial akan diselesaikan melalui pengadilan khusus yaitu pengadilan hubungan industrial (PHI) yang pada akhirnya dikhawatirkan akan mengganggu kelansungan hidup perusahaan.
Ide akan perlunya revisi UU ini pertama kali mengemuka ketika silaturahmi antara menteri tenaga kerja dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri pada 21 Desember 2005. Gayung pun bersambut, saat itu menteri tenaga kerja menjanjikan draf revisi ini akan selesai pada bulan Januari 2006. Permasalahan muncul ketika draf yang dipersiapkan oleh menteri tenaga kerja dan asosiasi pengusaha indonesia (APINDO) ternyata akan merevisi ketentuan yang krusial dan menyangkut hak-hak pekerja.
Untuk lebih jelas kita akan lihat ketentuan-ketentuan dalam UU No 13 tahun 2003 yang akan di revisi yang menjadi penyebab pertentangan antara pekerja dengan pengusaha. Pertama masalah PHK, masalah PHK ini diatur dalam pasal 150 sampai pasal 172. mengenai PHK ini ditentukan antara lain penyebab, larangan, perizinan, pesangon dan hak pekerja yang terkena PHK. PHK hannya dapat dilakukan setelah ada izin dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industril (LPPHI), kecuali PHK karena pekerja mengundurkan diri, pekerja masih dalam masa percobaan, pekerja mencapai usia pensiun, pekerja meninggal dunia. Sedangkan PHK karena sebab selain itu tanpa ada izin dari LPPHI menyebabkan PHK tidak syah/batal demi hukum dan pengusaha harus memperkerjakan kembali pekerja.
Ketentuan ini sepintas memang memberatkan pelaku usaha, karena pengusaha tidak dapat dengan mudah melakukan PHK. Tetapi secara secara substansial ketentuan ini bukan memberatkan pengusaha, aturan ini hanya mengatur bagaimana PHK dapat dilakukan karena alasan-alasan yang layak dan kausa yang diperbolehkan. Jika dicermati secara seksama sebenarnya masih banyak celah yang bisa di manipulasi dalam ketentuan alasan pemberian PHK yang dapat di lakukan pengusaha yang pastinya akan merugikan buruh.
Sebagai contoh PHK karena pekerja masih berada dalam masa percobaan dan mengundurkan diri tidak diperlukan izin dari LPPHI. Jika ketentuan ini dimasukkan dalam perjanjian kerja maka dengan sangat mudah pengusaha bisa melakukan PHK. Hampir semua pelaku usaha yang memperkerjakan banyak pekerja sekarang memasukkan ketentuan ini dalam perjanjjian kerja. Masa percobaan di buat selama tiga atau enam bulan, setelah habis masa ini pelaku usaha kemudian merekrut pekerja baru dengan proses yang sama dan berulang-ulang.
Ketentuan mengenai pekerja mengundurkan diri juga telah sangat sering disalahgunakan pelaku usaha untuk melakukan PHK. Dalam perjanjjian kerja biasanya dicantumkan tiga hari berturut-turut tidak masuk kerja tampa alasan yang jelas dianggap mengundurkan diri. Jika cara ini tidak bisa karena pekerja selalu masuk kerja pelaku usaha memindahkannya ke cabang lain yang mungkin sangat jauh, pekerja kemungkinan besar menolak dan tidak masuk kerja di tempat baru, lalu dengan dasar perjanjian kerja yang biasanya mencantumkan bersedia ditempatkan dimana saja pengusaha dengan mudah dapat melakukan PHK.
Ketentuan-ketentuan semacam ini jelas sangat mergikan pekerja. Dalam penandatangana perjanjian kerja pekerja hanya dihadapkan dengan perjanjjian kerja baku yang disiapkan perusahaan, tak ada nilai tawar selain mengundurkan diri jika tidak mau menandatangani. Namun pekerja tidak bisa berbuat banyak selain menerima keadaan ini karena jika menolak ratusan atau bahkan ribuan calon pekerja lain telah menanti, sementara ia sendiri butuh pekerjaan dan uang.
Kedua masalah pesangon, pelaku usaha keberatan dengan aturan pesangon yang sangat memberatkan karena sudah ada cara perhitungan yang pasti. Pelaku usaha ingin perhitungan ini di kecilkan dan yang mendapatkan pesangon hanya pekerja yang menerima upah kurang dari penghasilan tidak kena pajak (sekitar 1,1juta). Sementara pekerja yang menerima upah diatas 1,1 juta tidak mendapatkan pesangon sama sekali.
Entah pertimbangan apa yang di pakai pemerintah dan Apindo yang menginginkan pekerja yang menerima upah diatas 1,1 juta tidak mendapat pesangon, padahal jumlah pekerja yang menerima upah diatas 1,1 juta dalam satu perusahaan sangatla sedikit sebab biasanya mereka berada pada level manajemen keatas dan memiliki masa kerja yang cukup lama. Jika ketentuan ini berhasil di revisi, bisa dipastikan pengusaha akan terbebas dari masalah uang pesangon, karena untuk pekerja lain sudah di lakukan dengan sistem “kontrak” yang tentunya tak memerlukan pesangon.
Pada dasarnya ketentuan pemberian pesangon ini telah cukup adil. Sebagai contoh PHK yang dilakukan karena kesalahan berat hanya mendapatkan uang penggantian hak, PHK karena pekerja mengundurkan diri mendapatkan penggantian hak, penghargaan masa kerja dan uang pisah, PHK karena perubahan status perusahaan dan pengusaha baru tidak mau melanjutkan hubungan kerja akan mendapatkan dua kali pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak, PHK karena perusahaan merugi pekerja mendapatkan satu kali pesangon, penghargaan masa kerja dan penggantian hak yang belum diterima.
Keberatan karena junlah pesangon yang katanya terlalu besar mungkin tidak dapat dijadikan alasan, sebab di Malaysia pesangon tertinggi mencapai 36 bulan upah, sementara di Indonesia tertinggi pesangon 18 bulan upah, atau jika memang perusahaan memiliki manajemen keuangan yang baik dan memiliki alokasi anggaran keuangan untuk PHK, pesangon tidak menjadi masalah. Jika di cermati sebenarnya pengusaha tidak perlu khawatir dan takut dengan ketentuan jumlah pesangon. Dalam UU No. 13 ini ternyata tidak ada sanksi pidana kurungan dan denda jika melanggar ketentuan ini, yang ada hanyalah sanksi admistratif, terberat pencabutan izin usaha. Kalau perusahaan memang akan di tutup tentunya tidak ada masalah izinnya di cabut. Namun demikian jika masalah pesangon sudah did putuskan pengadilan hubungan industrial, aset pengusaha dan perusahaan bisa disita.
Ketiga masalah perjanjian kerja bersama (PKB), mengenai perjanjian kerja bersama ini diatur dalam pasal 116 – 135. Keberatan pelaku usaha kemungkinan terletak pada keharusan membuat PKB, mekanisme pembuatannya, dan pelaksanan isi PKB. Latar belakang keberatan pengusaha ini terkait dengan UU No. 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh. UU No. 21 ini telah memberikan kemudahan untuk pembentukan serikat pekerja dalam satu perusahaan dan pengusaha tidak boleh menghalang-halangi usaha pekerja untuk membentuk serikat pekerja/buruh dengan minimal anggota 10 orang.
Dengan adanya serikat pekerja/buruh maka perusahaan di wajibkan membuat PKB yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari perjanjian kerja. PKB dibuat bersama-sama antara pengusaha dengan serikat pekerja. Ketentuan dibuat bersama-sama inilah yang mungkin memberatkan pengusaha karena akan ada proses musyawarah antara pengusaha dengan serikat pekerja. Serikat pekerja tentunya akan memperjuangkan haknya sementara pengusaha akan berusaha mengurangi hak pekerja. Disisi lain pengusaha tidak bisa menghindar karena telah ada serikat pekerja/buruh.
Atas dasar ini penusaha dengan segala cara biasanya menghindari adanya serikat pekerja/buruh dalam persahaannya walaupun jumalah pekerja di perusahaan itu telah mencapai ratusan orang atau kalaupun ada memperlemah posisinya. Kemudian karena adanya PKB maka selanjutnya baik pengusaha atau pekerja wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam PKB.
Keempat masalah pengupahan, mengenai pengupahan ini diatur dalam pasal 88 – 98. Pengupahan sendiri dihitung berdasarkan kebutuhan hidup layak bukan berdasarkan kebutuhan hidup minimal yang ukurannya kebutuhan hidup seorang lajang yang tinggal di rumah kontrakan, sehari-hari makan tahu-tempe dan sekali seminggu makan daging. Pertanyaan sekarang apakah semua pekerja masih lajang. Karena sebagian pekerja kemungkinan tidak lajang, maka penggunaan standar hidup minimal sangatlah tidak tepat.
Ketentuan lain yang katanya memberatkan pengusaha adalah adanya kenaikan upah secara berkala, batasan upah berdasarkan upah minumum propinsi (UMP), upah minimum regional (UMR), dan upah minimum sektoral (UMS). Pengusaha menginginkan sistem pengupahan yang didasarkan pada perhitungan UMP di hapus dan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, dan kenaikan upah bukan setiap tahun, tapi dua atau tiga tahun sekali.
Sebenarnya dasar filosofis pengupahan atas dasar UMP bukanlah untuk memberatkan pengusaha, tetapi bagaimana pengusaha bisa memenuhi kebutuhan pekerja seperti layaknya manusia dengan memenuhi kebutuhan fisikal dan ekonomi, kebutuhan sosial dan emosional, kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk memberikan kontribusi pada perusahaan. Jika empat kebutuhan dasar pekerja ini terpenuhi yang akan menikmati dampak dan hasilnya jangka panjang juga perusahaan. Pengusaha ingin keuntungan setiap tahun meningkat, pekerja juga ingin upahnya naik, pengusaha ingin ganti kendaraan, pekerja juga ingin merasakan punya kendaraan. Siklus kebutuhan ini dirasakan oleh setiap orang secara normal, jangan diartikan tuntutan kebutuhan sebagai sebuah perlawanan.
Sebenarnya ketentuan mengenai pengupahan ini sudah sering di langgar oleh pengusaha dengan memberikan upah dibawah perhitungan UMP tanpa terlebih dahulu mengajukan permohonan penangguhan. Perusahaan tidak mau mengajukan permohonan penangguhan karena terlebih dahulu akan di audit, dan hasil audit akan menentukan perusahaan berada dalam kondisi sehat sehingga penangguhan akan di tolak. UU No. 13 sendiri juga tidak mengakomodasi sanksi pelanggaran ketentuan pengupahan. Pengusaha merasa bangga bila mampu memberikan upah yang rendah kepada pekerjannya dan pemerintah sendiri juga tidak pernah memberikan penghargaan kepada pengusaha yang memberikan upah tinggi.
Masalah upah sekarang sebenarnya masih sangat merugikan pekerja, karena tidak bisa menjadi jaminan untuk hidup secara layak. Di negara tetangga Malaysia pengusahanya sanggup membayar upah tiga kali lebih tinggi dari di indonesia untuk jenis pekerjaan yang sama, di Korea, Jepang, Taiwan, Hongkong bahkan pengusahanya mampu membayar sepuluh kali lipat. Pengusaha disana tetap bisa kaya. Kenapa pengusaha di negeri ini kesulitan membayar upah berdasarkan UMP atau karena sudah ada pengeluaran lain sehingga pada akhirnya pekerjalah yang menjadi korbannya. Hanya pengusaha di daerah Jajahan zaman kolonial lah yang bangga memberikan upah yang rendah dan memperlakukan pekerja seperti budak.
Kelima masalah perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), dilapangan istilah PKWT ini lebih di kenal dengan sistem kontrak. Mengenai PKWT dalam UU No. 13 tahun 2003 diatur dalam pasal 56 – 60, selain itu diatur juga dalam keputusan menteri tenaga kerja dan transmigrasi No. Kep.100/men/VI/2004 tentang ketentuan pelaksanaan perjanjian kerja waktu tertentu.
Dalam kedua aturan ini disebutkan PKWT hanya bisa dilakukan untuk ; pekerjan yang sekali selesai atau sementara sifatnya, pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya paling lama tiga tahun, pekerjaan yang bersifat musiman, pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan. PKWT hanya bisa di perpanjang selama satu tahun dan jika menyimpang dari ketentuan ini demi hukum PKWT menjadi perjanjian kerta waktu tak tertentu (PKWTT) yang berarti karyawan tetap.
Ketentuan ini di tentang oleh pengusaha, pengusaha menginginkan semua jenis pekerjaan dapat dilakukan PKWT tidak sebatas jenis pekerjaan yang disebutkan diatas dan perpanjangannya pun tidak ada batasannya. Sementara pekerja ingin kepastian dengan pembatasan masa kontrak dan secepatnya diangkat menjadi karyawan tetap. Jika semua pekerja didlakukan sistem kontrak permasalahan bagi perusahaan akan muncul dengan sendirinya karena sulit mendapatkan pekerja yang memiliki loyalitas tinggi, yang bisa mengabdikan diri sepanjang hidupnya untuk perusahaan.
Walaupun ketentuan mengenai PKWT ini belum diubah dan masih berlaku, kenyataannya pengusaha sudah lebih dahulu melanggar ketentuan ini. Hampir semua pengusaha yang memperkerjakan banyak pekerja menggugunakan sistem kontrak untuk pekerjaan yang tetap, yang tidak tergantung dengan musim, cuaca, tak ada batas waktu, dan tidak berhubungan dengan produk baru. Sebagai contoh hampir semua perusahaan ritel nasional menggunakan sistem kontrak untuk pramuniaga, kasir dan pekerjan lainnya. Jelas-jelas ini melanggar aturan dan sistem PKWT. Revisi hanyalah upaya legalisasi atas praktek pelanggaran yang mereka terapkan selama ini.
Keenam masalah penyerahan sebagian pekerjaan kepada pihak lain (outsorcing), UU No. 13 tahun 2003 mengenai outsourcing ini diatur dalam pasal 64 – 66 yang menetapkan bahwa jenis pekerjaan bukan merupakan pekerjaan utama perusahaan atau sipatnya pekerjaan penunjang, yamg tidak menghambat proses produksi secara lansung. Pengusaha menginginkan semua pekerjaan perusahaan dapat di lakukan dengan sistem outsourcing termasuk pekerjaan inti perusahaan. Jika semua jenis pekerjaan di outsourcing kan perusahaan induk mengerjakan apa lagi, atau hanya perusahaan di atas kertas. Sulit di pahami dasar keinginan pengusaha untuk mengubah ketentuan ini, namun yang pasti perusahaan pemberi pekerjaan bisa lepas tanggung jawab terhadap permasalahan pekerja.
Hubungan kerja dalam sistem ini hanya terjadi antara pekerja dengan perusahaan jasa tenaga kerja bukan dengan perusahaan pemberi pekerjaan, walaupun perjanjian kerja antara perusahaan pemberi pekerjaan dengan perusahaan jasa tenaga kerja dilakukan secara tertulis tetapi pekerja tidak mengetahui dan tidak pernah tahu apa isi perjanjian tersebut. Keadaan bertambah sulit bagi pekerja ketika perusahaan penyedia jasa tenaga kerja masih melakukan pemotongan upah. Keadaan semacam ini tak lebih dari broker pekerjaan, dan perusahaan penyedia jasa tak lebih dari pedagang manusia dengan bungkus yang labih rapi.
Kalau memang ketentuan outsourcing ini mau di revisi sebaiknya kearah yang lebih baik dengan memperlakukan pekerja layaknya manusia misalnya dengan keharusan dalam bentuk perjanjian kerta waktu tidak tertentu, pemberian upah dan hak-hak lain yang layak bukan dengan maksud melepaskan tanggung jawab.
Ketujuh masalah izin penempatan tenaga kerja asing (TKA), UU ketenagakerjaan mengenai hal ini antara lain mengatur, perizinan dari menteri, rencana penggunaan, lama kerja yang terbatas dan tidak dapat diperpanjang, tenaga pendamping, dan kewajiban membayar kompensasi. UU ini memang secara tersirat membatasi penggunaan tenaga kerja asing dengan tujuan untuk lebih memberdayakan tenaga kerja Indonesia. Ketika ada usulan untuk lebih mempermudah mempergunakan tenaga kerja asing kita rasanya sulit untuk memahami, apalagi para TKA ini biasanya di beri upah yang sangat tinggi dengan standar upah di negara asalnya. Persoalannya apa memang di negeri yang berpenduduk 250 juta orang ini sudah tidak ada orang yang mampu sehingga harus menggunakan TKA.
Analisis saya ini merupakan dampak dari globalisasi, dimana ekonomi Indonesia sekarang sudah di kuasasi perusahaan Asing melalui perusahaan multinasionalnya (multinational Coorporations). Kalau perusahaan asing ini mau menggunakan tenaga kerja asing, lalu tenaga kerja Indonesia mau di apakan. Seharusnya pemerintah belajar dari kasus preport dimana TKI hanya berada pada kelas rendahan, TKA ada pada posisi terhormat sementara penduduk lokal hanya jadi penonton.
Pemerintah harus membuat kebijakan yang memberdayakan TKI, bukan dengan membunuh potensinya. Apalagi Tenaga kerja asing yang telah ada selama ini telah membawa budaya yang tidak baik seperti perilaku seks bebas, kawin kontrak, dan lain sebagainya. Bila pemerintah memperlonggar penggunaan tenaga kerja asing ini sama halnya dengan membiarkan negeri ini di jajah kembali oleh Bangsa lain. Dan kebijakan ini akan terasa sangat kontras dengan upaya mengurangi pengangguran, pengiriman TKI keluar negeri karena di negaranya dibanjiri oleh tenaga kerja asing bukanlah suatu solusi yang tepat.
Sehingga kebijakan pemerintahan SBY untuk merevisi UU No. 13 tahun 2003 dengan mengakomodasi kepentingan pengusaha (Apindo dan Kadin) dengan merevisi pasal-pasal krusial pada dasarnya dapat di kategorikan sebagai korupsi politik. Analisi ini didasarkan pada pemikiran bahwa pemerintahan SBY sekarang didominasi para taipan-taipan ekonomi, dalam proses pemilihan presiden tidak tertutup kemungkinan di sokong oleh para konglomerat-konglomerat hitam dan revisi ini tak lebih dari balas jasa dan pembayaran biaya politik saat pemilu.
Dalam tataran pemerintahan sekarang dominasi pengusaha sangatlah nampak, mulai Wapres Yusuf Kalla dan Aburizal Bakrie, Fahmi Idris di jajaran kabinet. Selain itu hampir 40 persen anggota DPR dan ketua partai politik adalah pengusaha, keadaan yang tidak jauh berbeda di tingkat kepala daerah dan DPRD, tanpa maksud mendistorsi dan mengdiskriditkan kan mereka, yang kita tahu mereka adalah pengusaha jadi wajar jika mereka membuat kebijakan yang selalu menguntungkan pengusaha dengan melakukan korupsi politik

Oleh: kresno | Januari 7, 2011

CARA CARI UANG ONLINE

BAGAIMANA CARA MENCARI UANG SECARA ONLINE

Anda tidak akan menyesal menjadi wirausahawan internet. Anda akan menjadi bos bagi diri anda sendiri, dan menghasilkan uang yang besar. Disamping itu, anda akan mempunyai lebih banyak waktu luang untuk mengerjakan hal-hal lainnya.
Untuk mempunyai bisnis di internet, anda memerlukan sebuah website. Desain website mempunyai peranan penting dalam menarik pengunjung. Jika anda berencana untuk menarik biaya keanggotaan, anda tidak dapat berharap banyak orang akan tertarik membayar akses ke website anda, jika desain website anda tidak menarik. Untuk membuat desain, anda dapat menyewa jasa graphic desainer, atau anda juga dapat mempelajarinya sendiri. Silakan klik link di bagian bawah artikel ini untuk mengunjungi situs yang memberikan bimbingan cara pembuatan website.
Anda juga tidak selayaknya menjejali halaman website anda dengan terlalu banyak informasi. Sebuah halaman website yang mengandung terlalu banyak informasi jelaslah tidak disukai siapapun. Siapa yang mau menggulung layar terlalu lama untuk mendapatkan informasi yang dicarinya ?
Penggunaan warna juga hal yang penting. Warna yang mencolok dapat menarik perhatian, tetapi untuk sebuah website, warna kuning menyala akan membuat pengunjung segera menekan tombol “BACK”. Skema warna yang tidak menarik atau malah menyakitkan mata, akan segera membuat pengunjung meninggalkan website anda. Kedengaran seperti hal yang remeh, tetapi memang benar demikian.
Pemilihan font perlu anda perhatikan. Jangan menggunakan font yang susah dibaca. Gunakan font standard yang mudah dibaca, seperti Times New Roman, Arial, Courier, atau Helvetica. Anda juga sebaiknya mencari font yang kompatibel dengan semua browser. Menggunakan font yang indah kelihatan bagus di komputer anda, tetapi mungkin saja akan tampak berbeda jika dilihat oleh pengunjung website anda nantinya.
Website anda perlu dijaga agar tetap simpel. Pengunjung tidak akan mau menunggu jika website anda perlu waktu lama untuk loading. Jadi jangan menambahkan plug-ins yang akan memperlama waktu loading website anda. Pastikan desain, layout dan navigasi website anda tetap simpel, dan mudah untuk digunakan.
Tentu masih banyak tips lain dalam membuat website, tetapi tips di atas setidaknya akan membawa anda ke arah yang benar saat membuat website anda. Yang secara ringkas dijelaskan di atas adalah mengenai pembuatan websitemya. Bagaimana dengan pemilihan jenis bisnisnya ? Untuk hal ini, jika anda serius ingin berusaha on-line, anda perlu melakukan research dan perencanaan. Dengan perencanaan, anda dapat menghindari banyak masalah yang dapat muncul.
Langkah awal dalam membangun sebuah bisnis on-line yang sukses adalah menemukan bidang yang merupakan minat / ketertarikan anda. Beberapa cara untuk melakukannya :
- Lakukan brainstorming mengenai konsep-konsep terbaik yang anda yakini akan cocok dengan anda. Jauh lebih mudah untuk mencapai sukses, jika anda mencintai apa yang anda lakukan.
- Jika anda tidak dapat menemukan konsep yang cocok dengan minat anda, buatlah itu. Temukan satu bidang yang menarik bagi anda, dalami sampai anda bergairah untuk menjalankan bisnis di bidang tersebut.
- Bila semua langkah gagal, pilih bidang bisnis yang mendatangkan uang. Lakukan penelitian bidang bisnis apa yang popular dan mendatangkan uang. Cari tahu apa yang dicari orang, dan juallah itu pada mereka. Anda akan memperbesar kemungkinan sukses bila melakukan hal itu. Banyak tempat untuk mengetahui hal apa yang bisa/laku dijual. Mulailah surfing di internet. Lakukan penelitian dengan menggunakan keyword yang sesuai.

Setelah anda menentukan bidang bisnis yang akan anda tekuni, tibalah waktunya untuk menyelidiki siapa calon pelanggan/pembeli anda. Hal ini akan mempengaruhi desain dan isi dari website anda. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut :
- Siapa yang anda harap untuk mengunjungi website anda ?
- Bagaimana mereka akan menemukan website anda ?
- Bagaimana profil mereka : umur, jenis kelamin, pendidikan, dll
- Apa yang dicari pengunjung website anda : informasi, produk, jasa ?
- Apa yang anda inginkan untuk dilakukan pengunjung website anda : meminta informasi dengan melakukan sign-up, mengorder produk / jasa ?
- Apa yang akan anda gunakan untuk memikat mereka agar tetap menjelajahi atau kembali mengunjungi website anda di lain waktu ?

Jika anda menjawab pertanyaan di atas atau pertanyaan yang sejenis, anda telah mengambil langkah yang penting dalam membangun bisnis on-line anda. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menolong anda untuk fokus pada hal-hal yang penting yang harus anda lakukan untuk membangun, memelihara dan mempromosikan bisnis anda. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan revenue, memaksimalkan biaya marketing, dan memperbaiki tingkat konversi pelanggan dari website anda.
Bila anda ingin menjadi usahawan internet, silakan anda kunjungi http://www.resepbisnis.com/?id=erwin . Anda akan dibimbing bagaimana cara membuat website secara professional, dan juga cara untuk mempunyai bisnis on-line anda sendiri.

Ditulis oleh : ebizwhiz (Selasa, 09 Oktober 2007)
Diterbitkan oleh : Kresno (Minggu, 06 September 2009)

Oleh: kresno | Januari 7, 2011

TIPS USAHA

TIPS BAGAIMANA MELAKUKAN ANALISA PERSAINGAN USAHA

Salah satu langkah yang penting sebelum anda memulai bisnis adalah melakukan analisa persaingan usaha / analisa kompetitor. Anda sebaiknya mereview literatur dari kompetitor , untuk melihat bagaimana mereka merepresentasikan usaha mereka dan seperti apa public image yang dibangun. Sering kali literatur bisnis memuat mission statement dan juga mengidentifikasi produk dan jasa spesifik mereka. James W. Hart, seorang pakar marketing, memberikan tips analisa persaingan usaha yang meliputi langkah- langkah seperti berikut :
1. Berperanlah sebagai pelanggan dengan cukup uang. Telponlah pesaing di daerah anda dan berbicaralah dengan representative dari perusahaan tersebut seperti layaknya anda adalah prospek potensial yang sedang mencari informasi. Anda dapat menanyakan dengan rumus 5WH (Who, What, When, Where, Why and How) untuk memberi pertanyaan yang cerdas dan mendapat jawaban tentang kekuatan dan kelemahan pesaing anda. Salah satu hal terpenting yang harus berhasil anda lakukan adalah membuat mereka mengirimkan sales & information package mereka pada anda, dimana dalam package tersebut akan dijelaskan mengenai produk dan jasa mereka. Literatur bisnis kompetitor anda akan menceritakan secara detil mengenai public image mereka , dan disamping itu anda dapat mempelajari kekuatan dan kelemahan produk dan jasa yang mereka tawarkan secara detil. Pastikan juga anda mempelajari bagaimana mereka menghandle telepon dari pelanggan, memproses permintaan informasi, dan berapa lama permintaan informasi tersebut akhirnya sampai ke tangan anda. Dapatkan anda menawarkan sistim komunikasi yang lebih baik ? Bagaimana tampilan dari business card mereka ? Hal-hal yang kecil seperti ini dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan anda sendiri, sehingga dapat ditentukan apakah anda dapat bersaing dengan mereka atau tidak. Apakah anda akan bersaing dalam hal harga atau service yang lebih baik ?
2. Telponlah kompetitor di luar daerah anda. Anda selanjutnya dapat menelpon perusahaan yang sejenis dengan anda (atau yg sedang anda rencanakan) di luar daerah anda, dimana anda tidak dianggap sebagai saingan mereka. Dengan demikian, mereka tidak merasa terancam saat anda memberikan pertanyaan. Sangatlah berguna bila anda dapat berbicara dengan personel kunci dari perusahaan sejenis, misalkan di lain propinsi. Saat anda berbicara dengan kompetitor yang jauh jaraknya seperti ini, pendekatan anda haruslah lebih“straight-forward”. Anda dapat katakan pada pemilik ataupun managernya, bahwa anda sedang berpikir untuk membuka usaha sejenis dan berharap mendapat masukkan/input dari mereka. Sering kali mereka dengan senang hati akan memberikan input tentang industri mereka, bisnis secara keseluruhan dan banyak lagi informasi gratis pada anda. Meskipun demikian, anda perlu berhati-hati agar tidak menghabiskan waktu terlalu banyak dalam bertanya, batasi percakapan telpon anda 10 sampai 15 menit maksimum. Cara terbaik adalah memikirkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu, dan menuliskannya di atas kertas, sehingga anda dapat menanyakannya dengan lancar. Dengan demikian anda akan tampak seperti seorang professional, dan jika suatu saat anda perlu menelpon lagi, mereka akan menerimanya. Jika anda terdengar seperti seorang bodoh saat berbicara di telpon, mereka mungkin tidak akan menerima telpon anda lagi. Kuncinya adalah tidak menghamburkan waktu.
3. Terakhir anda dapat melakukan “in-field competition analysis” dengan melakukan telemarketing pada prospek dan menanyakan apakah mereka mengenal kompetitor anda, pernah menjalin hubungan bisnis dengan mereka, dan lain-lain. Dengan melakukan ini, anda juga melakukan prekualifikasi terhadap prospek potensial yang belum pernah menjalin bisnis dengan kompetitor anda, dan membuka peluang terjadinya penjualan. Sebagai tambahan, di saat anda berada di luar melakukan sales call, anda dapat melakukan cara yang sama saat berbicara dengan prospek dan anda dapat mengetahui apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka suka dari kompetitor anda. Sekali lagi, anda dapat membuka peluang terjadinya penjualan dengan mengidentifikasi poin-poin differensiasi anda terhadap kompetitor.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas dan mengasah phone-skills anda, dipastikan anda akan mendapatkan banyak informasi berguna tentang bisnis yang sedang anda rencanakan

Ditulis Oleh webmaster (Sabtu, 04 Agustus 2007)
Diterbitkan oleh : inox (Minggu, 06 Sept 2009)

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.